LDKMS

LDKM 2010 di SUMBERBOTO MOJOKERTO
Photobucket

STRUKTUR

  • Kepala Sekolah : Hadi Sarjono, SP.d, M.Pd.
  • WAKA I : Drs. Yuswanjang
  • WAKA II : Madiono, S.Pd, M.PI
  • KAUR SARPRAS : Rudi Subyantoro, S.Pd
  • KAUR HUMAS : M. Khusnul. H, S.Pd, M.Ag
  • KAUR KESISWAAN : Siti Mazuroh, S.Pd, M.Ag
  • KAUR KURIKULUM : Nurul Qomariyah, S.Pd,

Pengikut

KOMENTAR PALING ANNYAR

Diberdayakan oleh Blogger.

CERPEN "Tangisan Seorang Ibu"

www.tips-fb.com Diposting oleh smpn2mantup Ki Yuswa On 19.56


Karya :
FERMI ANGGELIA P 9A

Namaku Andre, Aku sekarang masih duduk di bangku kelas 1 SMP, Aku tinggal di Desa Sukabumi bersama ayah dan ibu. Pada malam hari aku bersama keluarga makan bersama sama, Setelah itu Ibu mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat isya dirumah dan waktu itu Aku berhalangan untuk sholat. Tiba tiba saat aku melewati kamar Ibu Aku tidak sengaja melihat Ibu sedang menangis setelah sholat isya. Dan aku pun mengahmpirinya dan bertanya "Ibu, mengapa menangis?" Ibuku menjawab "Ibu ngak apa- apa kk" "masak sih bu pasti ibu ada apa- apa sampai ibu menangis" ucapku, Ibu lalu memegang erat ku dan memelukku "Ibu ndak apa- apa kk nak, tenang aja". Suatu malam itu Aku pun masuk ke kamar untuk beristirahat karna besoknya Aku harus sekolah. Aku terbangun jam 05.00, Aku langsung bersiap siap untuk berangkat ke Sekolah, sebelum aku berangkat sekolah aku sarapan dulu dan Ibu sudah menyiapkan nya Aku sarapan bersama Ayah karena ibu tidak mau ikut untuk sarapan bersamaku dan Ayah, Ibu langsung mencuci baju dan membersihkan rumah.
    Pulang Sekolah
"Assalamualaikum" Aku masuk ya, Aku melihat Ibu tertidur di depan TV sepertinya ibu kecapekan, terlihat dari wajah dengan keringat yang menetes. Oh sudah pulang? Tanya Ibu dg kaget " Iya bu" ucapku lngsung menuju kamar untuk berganti pakaian, Aku melihat di meja makan sudah banyak makanan sepertinya belum ada yang makan karna nasi dan lauk pauknya masih utuh. "Nak, kamu cepat makan" ucap Ibu " Iya bu" ucapku, "Ibu belum makan ya?" tanyaku pada ibu "Ibu sudah makan kk tadi" jawab ibu dg kata halus dan lembut. Aku pun melanjutkan makan dg lahap dan aku berhenti sejenak ketika ibu melihat ku dg senyuman "makanlah nak, Ibu sudah makan kk tadi" ucap Ibu "Baiklah bu" jawabku dan Aku melanjutkan makan.
    Ketika malam sudah menghampiri, Aku selalu melihat Ibu setelah sholat menangis, Aku juga tidak tau apa penyebabnya. Ketika aku menanyakan soal itu Ibu tidak pernah menjawab, ia hanya menjawab dg senyuman manis. Pada suatu itu Aku pun menghampiri Ayah dan Aku bertanya "Ayah, mengapa ibu selalu menangis setelah sholat?" "semua wanita memang begitu nak, menangis tanpa alasan yang jelas", hanya itu jawaban yang diberikan oleh Ayah. Aku pun pergi ke kamar untuk beristirahat, dan pada suatu malam itu Aku bermimpi dan bertanya pada Tuhan "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali untuk menangis?" dalm mimpinya tuhan menjawab "saat kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama kuciptakan bahunya agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tidur".
    Pada pagi hari Aku seperti biasa setelah sarapan langsung pergi sekolah. Setelah pulang sekolah aku tidak pulang kerumah dulu Aku ingin menemui Pak ustad dan ingin menceritakan mimpi ku tadi malam, "Assalamualaikum, Pak ustad" ucapku "Waalaikumsalam, Ada yang bisa saya bantu?" jwb Pak ustad "Iya Pak saya ingin menceritakan dan bertanya" ucapku "Iya nak, silahkan" "Mengapa wanita mudah sekali menangis Pak?" tanyaku "Owh, wanita mudah sekali menangis itu sudah terbiasa, karna dia dia dijadikan Tuhan sangat utama dan tuhan pun memberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau seringkali pula ia kerap menerima cerca dari anak- anaknya, wanita diberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan dan pantang menyerah, wanita pun diberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah". Jawab Pak ustad "Terima kasih ya Pak" ucapku " Sama sma nak, semoga bermanfaat" jawab pak ustad.
    Setelah aku menemui Pak ustad aku langsung cepat" pulang kerumah karna pasti ibu kwathir dg ku. "Assalamualaikum" ucapku selama beberapa menit aku menunggu jawaban dari ibu tapi tidak ada aku pun langsung masuk saja kerumah dan tiba tiba aku melihat ibu tergeletak di ruang dapur dia pingsan Aku kaget dan bingung harus bagaimana Ayah pun tidak ada di rumah karna Ayah sedang kerja "Tolong Tolong Tolonggg" ucapku sambil mondar-mandir dan menangis kebingungan, dan tetanggaku mendengar suaraku meminta tolong dan dia membantuku untuk membawq kerumah sakit. Dan sesampainya disana dia ditangani oleh dokter Aku sangat kwathir pada Ibu, aku hanya menangis dan berdoa yang terbaik untuk ibu. Setelah bebarapa lama aku menunggu ibu diluar ruang Dokter pun keluar dan berbicara kepadaku "Nak, sebaiknya ibu mu jangan terlalu kecapekan, Ibumu pingsan karna kecapekan"ucap Doker "Iya Dok, saya akan menuruti perkataanmu itu Makasih ya Dok". Aku pun langsung ke ruang Ibu dan menemuinya aku memeluknya dg erat air mata pun menetes "Ibu, jangan terlalu kecapekan ya aku tidak mau ibu sakit" ucapku ibu hanya tersenyum melihatku dan berkata"tolong rawat aku ya nak sampai ibu sembuh" "iya bu, pasti aku merawat ibu sampai ibu sembuh". "Tapi aku sekarang pulang dulu ya Bu kasian Ayah dirumah mencari kita" ucapku "iya nak pulanglah saja dulu,ibu baik-baik saja kk"ucap ibu.
     Pada saat aku tiba dirumah, aku beristirahat sejenak dan tiba tiba Ayah pulang dan aku membilangi Ayah kalau ibu dirumah sakit. Setelah Ayah berganti baju Aku dan ayah pergi ke rumah sakit untuk menengok ibu, Aku melihat ibu menangis dan aku tidak ingin bertanya karna ibu pasti akan menjawab sama seperti lalu- lalunya. Sholat Ashar pun telah tiba aku langsung sholat di masjid rumah sakit aku memohon agar ibu sembuh dan sehat lagi dengan tetesan air mata, "mengapa kamu menangis Nak?" ucap seseorang nenek "Ibuku sedang sakit nek dan ibu juga sering menangis aku tidak tau penyebabnya" jawabku "Ibumu sering menangis itu sudah biasa Karna ibumu wanita, seorang wanita diberikan air mata agar dapat mencurahkan perasaannya agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita walaupun sebenarnya air mata ini air mata kehidupan, jadi kamu jangan durhaka pada ibumu sayangi dia seperti ibumu menyayangimu dan rawat ibu mu seperti ibumu merwatmu dari sejak kecil sampai saat ini dan jangan sia-siakan ibumu jika masih ada" ucaap seorang Nenek "terima kasih ya Nek" "sama sama" jawb Nenek.

0 Komentar "CERPEN "Tangisan Seorang Ibu""

Posting Komentar

free counters
Asmaul Husna
memeriahkan HUT RI Agustus 2010
Photobucket

EMPUNYA BLOG

Foto saya
"Tidak Ada Ilmu Yang Tidak Bermanfaat, Tergantung untuk apa Ilmu itu"
Powered By Blogger

Pages

STATISTIK BLOG

KOLEKSI BENDERA

free counters

Blogger