LDKMS

LDKM 2010 di SUMBERBOTO MOJOKERTO
Photobucket

STRUKTUR

  • Kepala Sekolah : Hadi Sarjono, SP.d, M.Pd.
  • WAKA I : Drs. Yuswanjang
  • WAKA II : Madiono, S.Pd, M.PI
  • KAUR SARPRAS : Rudi Subyantoro, S.Pd
  • KAUR HUMAS : M. Khusnul. H, S.Pd, M.Ag
  • KAUR KESISWAAN : Siti Mazuroh, S.Pd, M.Ag
  • KAUR KURIKULUM : Nurul Qomariyah, S.Pd,

Pengikut

KOMENTAR PALING ANNYAR

Diberdayakan oleh Blogger.

CERPEN "Beerada di Dunia Komik"

www.tips-fb.com Diposting oleh smpn2mantup Ki Yuswa On 19.54


Karya :
Lavida Destri Kavita 9A

Ardi adalah seorang siswa SMA yang mempunyai hobi membaca komik, dari genre fiksi, horor, aksi, tailer, hingga romantis sudah banyak yang dia baca, terutama genre romantis itu kesukaannya, Ardi tak hanya membaca komik dari perpustakaan sekolah tetapi dia juga membeli dari Gramedia, Di rumahnya banyak sekali rak-rak buku yang sudah dipenuhi oleh berbagai macam komik kesukaannya, itu tandanya dia tak sekedar membacanya melainkan mengoleksi juga, dimanapun Ardi berada dia tak akan lupa membawa buku komik untuk dibacanya, apalagi saat jam pelajaran kosong tak segan Ardi membacannya, menghiraukan teman-temannya yang asik bermain game, menurutnya membaca komik itu menyenangkan daripada yang lain.
 Disinilah Ardi sekarang di perpustakaan saat jam istirahat, duduklah Ardi di kursi perpustakaan, dibuka buku komiknya tetapi ada yang aneh,di halaman 56 tepatnya bab baru yang akan dia baca terdapat tulisan ‘apakah kamu mau merasakan bagaimana hidup di dunia komik ?’, Ardi membacannya beberapa kali sambil mengucek mata, apakah dia salah membaca? Tapi nihil tulisan itu tetap sama, kemudian dia membalik halaman selanjutnya, ada tulisan lagi ‘mau mencoba?’, didalam hati dia berpikir apakah benar dia bisa masuk ke dunia komik, tanpa sadar Ardi sudah membayagkan bagaimana rasanya hidup di dunia komik, pasti menyenangkan dia bisa bertemu cewek-cewek cantik, berpetualang, bisa melakukan apapun semaunya seperti di buku komik yang sering dibacanya, dia menjawab ‘iya’ lalu semuanya menjadi gelap kemudian ada sebuah cahaya yang terang agak jauh didepannya, Ardi mengikuti cahaya itu sampai dekat dan dapat dilihat didepanya seperti perbatasan antara dunia ini dengan dunia komik, dia masuk dan cahaya yang menghubungkan dunia ini dengan dunia komik menghilang.
Ardi melihat-lihat sekitar terdapat banyak pohon sakura seperti di jepang dan korea, tidak seperti biasannya yang dia lihat adalah pohon Jati, Ardi juga melihat ada segerombolan cewek-cewek cantik yang sedang memperhatikannya, tanpa sadar dia sudah dikerubungi oleh cewek-cewek tadi, salah satu dari mereka berkata “ kamu ganteng banget sih” yang lain menyahut “ iya bener banget “, Ardi yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum, dalam hatinya dia berkata “ enak banget hidup disini direbutin cewek-cewek cantik, tapi kok mereka genit banget ya?, orang mereka gak kenal sama gue kok tiba-tiba jadi sok kenal ”, Ardi clingak-clinguk melihat sekitar, dilihatnya seorang bodyguard  yang sedang memperhatikannya di belakang cewek-cewek tadi, Ardi menghampirinya, bodyguard itu berkata “selamat siang Ardi, disini saya sebagai bodyguard tuan Amir ingin menjemput anda untuk bertemu dengannya”, “tapi saya tidak mengenal tuan Amir, dan juga ada urusan apa?” tanya Ardi, “saya tahu, tapi setelah anda bartemu dengannya langsung pasti anda akan mengerti” sahut bodyguard tersebut, “ baik kalau begitu” putus Ardi. Disinilah Ardi sekarang seperti disebuah kantor pencetakan komik, aneh tempatnya melayang di awan, mungkin karena ini di dunia komik, tadi juga waktu perjalanan ke sini mobil yang mengantarnya saja berjalan di awan.
 Sudah 1 bulan Ardi berada di dunia komik ini sekarang Ardi sudah berada di rumahnya yang besar nan mewah yang diberikan tuan Amir, disini hidup Ardi enak semua bisa didapatnya, tapi dia bosan tidak ada teman- temannya yang biasanya menganggu dia saat sedang asik-asiknya membaca komik, dia bisa sih memiliki teman di sini, malah mudah menurutnya tapi rasanya beda teman di sini dan di dunia manusia ,teman disini tidak ada asik-asiknya, nggak jelas deh pokoknya, nggak ada yang lucu malah ketawa nggak jelas, kalau udah gerak, gerak terus nggak mau berhenti, kalau udah bicara yah bicara terus nggak ada habisnya, mulutnya nggak capek gitu. Lama memikirkan hal itu dia teringat kata-kata tuan Amir 1 bulan yang lalu , tuan Amir yang diketahuinya adalah pemilik dunia komik ini, “ kau bisa minta apapun yang kau inginkan disini tapi disini akan sedikit berdeda dengan dunia asalmu, apakah kau tetap ingin hidup di dunia komikku ini ?, aku tidak akan memaksamu jika kamu tidak mau” Tanya tuan Amir, Ardi hanya menjawab ‘iya, pada saat itu juga tuan Amir memberikan sebuah pil yang katanya bisa membuatnya kembali pada dunia manusia, dia juga berkata pil itu ada tanggal kedaluarsanya “pil ini akan kedaluarsa 1 bulan lagi, pikirkan lagi tentang keputusanmu itu sebelum kamu menyesal” ucap tuan Amir. Ardi baru ingat dia diberi pil oleh tuan Amir waktu itu, dia berucap “ oh yah, dimana gue simpen pil itu ya?” tanyanya pada dirinya sendiri, “dasar bodoh, di laci kamar gue!” ucap Ardi sambil menjitak kepalanya sendiri, dia langsung berlari menuju kamarnya, dicarilah pil itu di laci kamarnaya, dan benar pil itu ada disana, “tapi masa kedaluarasa pil itukan 1 bulan, sekarang sudah 1 bulan ehh tunggu-tunggu hari ini kan masih belum kedaluarsa, belum 1 bulan penuh sekarang baru jam 10.30 siang sedangkan masa kedaluarsanya masih nanti jam 12 malam” batinnya dalam hati, tanpa ragu Ardi meminum pil itu dan semuannya menjadi gelap.
Sinar metahari sudah menyinari tubuh pemuda yang baru berusia 16 tahun itu tapi dia tetap bisa tidur dengan nyenyak tak terganggu, alarm di ponselnya berbunyi lagi, sudah 5 kali ini berbunyi, Ardi yang pendengarannya sudah terusik oleh alarm yang sudah berkali-kali bunyi pun terbangun, dilihat jam di ponselnya yang  menunjukkan sudah pukul 07.00 dia yang menyadarinya pun langsung meloncat dari tempat tidur dan langsung masuk ke kamar mandi, selesai mandi dan memakai seragam tak lupa dia memasukkan buku komik kesukaannya dalam tas, yah pemuda itu adalah Ardi, dia sudah menjalani hidupnya seperti biasanya.Tidak ada dunia komik lagi seperti di buku-buku komiknya, biarkan dia yang pernah hidup di dunia komik itu hanya jadi kenangan dan pengalaman, memang hidup sesuai realita kita itu enak tetapi hidup di dunia ini lebih baik karena ini memang dunia kita jadi sepantasnya dinikmati dan disyukuri.

0 Komentar "CERPEN "Beerada di Dunia Komik""

Posting Komentar

free counters
Asmaul Husna
memeriahkan HUT RI Agustus 2010
Photobucket

EMPUNYA BLOG

Foto saya
"Tidak Ada Ilmu Yang Tidak Bermanfaat, Tergantung untuk apa Ilmu itu"
Powered By Blogger

Pages

STATISTIK BLOG

KOLEKSI BENDERA

free counters

Blogger