Dashboard SMP Negeri 54 Muaro Jambi

Sistem Informasi dan Berita Terkini Sekolah

← Kembali ke Dashboard

CERPEN "Ku Rindu Belaian Ayah"


Karya :

sayyidah lailatul maghfiroh  9A

Waktu telah berlalu yang membuatku bosan, terkadang bisa membuatku ingin mengulanginya kembali, bukan untuk menyia nyiakan kesempatan, akan tetapi untuk merubah  yang sia-sia , seperti kata pepatah “ Waktu adalah Uang “
                Ketika waktu berjalan terlalu cepat, lantas memisahkan kita yang tanpa kita sadari . hingga pada akhirnya tak ada lagi yang lebih tangguh dari kekuatan doa. Berharap bisa menembus  alam yang berbeda ini. Ayah…… kehadiranmu terasa begitu singkat di hidupku.
                Ayah seandainya engkau disini, aku sungguh ingin menceritakan banyak hal padamu. Ayah aku rindu pada ayah, tapi kerinduan ini hanyalah sebatas kerinduan, yang tanpa bisa aku melihat dan menatap wajahmu. Andai saja tuhan bisa mempertemukan ku dengan ayah meskipun hanya lewat mimpi semata .
                Apakah ayah sudah tenangkan disana?, disini aku tidak tenang tanpa ayah. Akan tetapi aku akan kuat tidak mau meliahat ayah sedih disana. Ayah …. Sudah bolehkah aku bilang rindu kepada ayah? Aku hanyalah rindu tawamu, nasihatmu , senyumu dan candamu. Akan tetapi yang paling aku rindu adalah perhatian dan kasih sayangmu.
                Disaat aku pertama kali melihat dunia, dirimu adalah  seorang laki-laki yang aku lihat pertama kali.Disitulah yang pertama kali aku dengar adalah suara merdu adzanmu . Kehadiranku sangat kau sambut dengan hangat, dan tidak lupa senyum manismu dan tangis bahagiamu  yang kau berikan pandangan pertama kepadaku. Bersama ibu, kita tawa tangis kita jalani bersama.
                Pelukanmu lah yang hanya bisa menenangkan tangisku, hingga kejailanmu lah yang membuatku bisa tertawa lepas. Ayah aku yakin dirimulah seseorang yang tak mau melihatku menangis dan terluka.
                Larutnya malam bukanlah alasan tidak bisa membuatku tersenyum bahagia. Seiring berjalanya waktu aku tumbuh semakin besar. Ayah semakin gigih untuk mencari nafkah buatku dan keluarga.
                Kau kerja hingga larut malam, kau pulang dengan membawa bingkisan makanan kecil ataupun mainan sederhana untukku , akan tetapi penantianku itu salah , yang harus kunanti adalah dirimu pulang dengan selamat,  itu aku sadari  ketika aku dan ayah sudah lagi berbeda dengan alam, aku yakin semuanya yang telah di takdirkan itu terbaik untuk ku dan ayah , semoga saja ayah bisa tenang disana, dan aku berjanji bahwa aku akan menjadi putri satu satumu yang bisa membuat ayah dan ibu bangga.
                Waktu kebersamaan ini terasa begitu cepat dan singkat, tanpa aku sadar i bahwa dirimu telah meninggalkan aku dan ibu di sekitaran 11 tahun yang lalu, aku tumbuh semakin besar ayah, warna rambut ibu pun tak sudah hitam lagi, apakah ayah tau seberapa besar pengorbanan ibu untuku disaat kou tak lagi disisinya , ibu sering menangis tersedu seduh disaat ibu mengingatmu dan mersakan betapa letihnya menjadi seorang ayah, entah mengapa tuhan amat cepat memanggilmu, akan tetapi mungkin ini yang terbaik untukmu dan untukku,
                Anakmu sudah dewasa ayah, kini anakmu amatlah banyak menanggung beban, aku hanya ingin bertemu dan menatap wajahmu, akan tetapi hal itu hanyalah sebatas halu sinasi yang tak mungkin terwujud. Andai saja Tuhan mengizinkan aku bertemu dengan ayah , walaupun hanya didalam mimpi semata, walaupun hanya di dalam mimpi aku tak kan melewatkan  kesempatan itu , aku akan mengungkapkan rasa rinduku kepadamu , dan aku akan menceritakan kisah hidupku seletah kepergiaanmu